PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN CoQi (Continued Question) UNTUK MENGEFEKTIFKAN KETERLIBATAN MURID MELALUI PENGALAMAN BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MENDALAM

 SUNARTO, S.Pd.,Gr

UPT SPF SMPN 7 Makassar


 

KANVAS PENULISAN PRAKTIK BAIK PEMBELAJARAN METODE ATAP/STAR

Judul Praktik Baik:

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN CoQi (Continued Question) UNTUK MENGEFEKTIFKAN KETERLIBATAN MURID MELALUI PENGALAMAN BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MENDALAM

Awal:

Minat belajar sangat penting dalam proses pembelajaran karena tanpa adanya minat Murid maka pembelajaran tidak dapat diterima oleh Murid itu sendiri. Tidak ada minat dari seorang Murid terhadap pelajaran akan timbul kesulitan belajar. Pada saat pengamatan di kelas dalam proses pembelajaran terdapat permasalahan yang dihadapi Guru didalam kelas, misalnya Murid tidak berani bertanya, Murid malas menulis apa yang sudah disampaikan oleh Guru di depan kelas, Murid asyik bercerita dengan teman sebangkunya saat Guru menerangkan materi pelajaran, Murid tidak berani mengemukakan pendapatnya saat ditanya, dan masih banyak lagi permasalahan-permasalahan di kelas. Hal ini muncul salah satu penyebabnya adalah kurangnya minta belajar yang dimilki oleh Murid.

Ada tidaknya minat terhadap suatu pelajaran dapat dilihat dari cara Murid mengikuti pelajaran, seperti memperhatikan pelajaran atau tidak saat Guru menjelaskan, memiliki catatan, berani bertanya dan mengemukakan pendapat saat ditanya dan masih banyak lainnya. Minat dalam sebuah pembelajaran pada dasarnya adalah penerimaan akan sesuatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin dekat hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu yang ada di luar diri semakin besar minatnya.

Apalagi dengan kondisi saat ini, Murid memiliki kecenderungan lebih fokus dengan Smartphone atau Gadjet yang dimiliki saat pembelajaran. Disinilah pentingnya mendesain pembelajaran yang seru dan bermakna untuk mengalihkan dan bahkan mengubah keadaan tersebut.

Tantangan:

Faktor yang mempengaruhi permasalahan dalam proses pembelajaran tersebut yaitu dari diri Murid itu sendiri, yang mana diri sendiri sangat berpengaruh pada kurangnya minat belajar. Selain dari diri sendiri faktor yang mempengaruhi minat belajar yaitu monotonnya strategi atau model pembelajaran yang digunakan oleh Guru dalam proses pembelajaran yang dilakukan.

Aksi:

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Dengan demikian setiap peserta didik diharapkan dapat lebih ekspresif dalam menuangkan hasrat dan ide- idenya ketika berada dalam proses pembelajaran dan juga terbentuk sikap mandiri serta tangguh (survival child) dalam menghadapi segala tantangan ke depan. Olehnya itu, untuk membangkitkan dan meningkatkan minat belajar Murid Saya menggukan model pembelajaran Continued Questions (Pertanyaan Bersambung), dimana tahapan atau langkah-langkah pembelajaran yaitu:

1.       Murid dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan hasil Asesmen Awal (Diagnostik Non-Kognitif dan Kognitif)

2.       Setiap kelompok diberikan bahan referensi tambahan berupa Bahan bacaan, Video, ataupun link yang dibagikan oleh Guru melalui Group Whatshap.

3.       Murid diberikan waktu untuk belajar ataupun mengakses bahan referensi yang dibagikan Guru selama 10 – 15 menit (Bisa di dalam kelas ataupun diluar kelas bersama rekan kelompok)

4.       Setelah belajar, Murid duduk kembali bersama rekan kelompok didalam kelas

5.       Guru mempersiapkan 1 meja ditengah dan meletakkan beberapa bagian soal sesuai jumlah kelompok yang ada

6.       Setiap kelompok disiapkan 10 – 15 pertanyaan yang sama, namun pertanyaan di acak

7.       Guru menyampaikan peran setiap anggota kelompok (Penulis, Pencari Jawaban, dan Penjemput Soal dan Pengantar Jawaban).

8.       Setiap kelompok diminta untuk menunjuk 1 perwakilah kelompok yang akan bertugas menjemput atau mengambil soal

9.       Setelah perwakilan kelompok sudah lengkap, perwakilan kelompok tersebut diminta berbaris kesamping diujung belakang kelas untuk menunggu aba-aba mengambil soal pertama.

10.   Setelah soal pertama diambil oleh perwakilan kelompok tadi, soal  tersebut dijawab bersama anggota kelompok sesuai peran yang dibagikan dan anggota lainnya yang memiliki peran berbeda tetap membantu.

11.   Soal yang telah dijawab, dibawa ke Guru untuk di cek kebenarannya

12.   Jika jawaban benar, maka dipersilahkan mengambil soal berikutnya sampai semua soal selesai dijawab oleh  semua kelompok yang ada.

13.   Kelompok yang lebih awal menyelesaikan semua soal diberikan apresiasi sebagai Pemenang begitu seterusnya

Penerapan model pembelajaran tersebut sangat seru dan membangkitkan serta meningkatkan minat belajar semua Murid karena mereka terlibat secara aktif dan berekspresi sesuai Gaya belajar yang dimilikinya.

Murid memberikn respon yang sangat positif, karena dianggap model pembelajaran tersebut memberikan mereka kesempatan untuk terlibat sesuai dengan keinginan mereka dan berharap pembelajaran tersebut berlangsung kembali dalam waktu dekat. Sebagai Guru tentu sangat bahagia bisa mendapatkan respon positif dari Murid melalui proses pembelajaran yag dilakukan dan akan mengevaluasi hal-hal yang dianggap masih perlu diperbaiki dari tahapan model pembelajaran yang digunakan.

Pelajaran (Hasil & Refleksi):

Dari penerapan model pembelajaran tersebut didapatkan pelajaran  yaitu mengakomodir semua Gaya belajar Murid dan membangun kerjasama atau kolaborasi antar Murid.

Pengalaman atau komentar mengesankan dari Murid ialah mereka sangat senang bisa terlibat aktif dalam pembelajaran. Sedangkan dari rekan Guru yaitu kegiatan pembelajarannya kayak seru Pak, menggunakan apa yah, karena dari tadi saya lihat kelasnya sangat riuh positif.

Hal yang perlu dikembangkan adalah bagian langkah-langkah pembelajaranyang masih memerlukan saran dan masukan untuk perbaikan agar lebih efektif dalam penerapannya.

 

 Dokumentasi Kegiatan:








 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WORKSHOP "PENYUSUNAN KTSP DAN PELATIHAN PEMANFAATAN AKUN BELAJAR SMP UNISMUH MAKASSAR"